Berhasil Ditangkap, Hacker Dibalik Serangan Ddos Perusahaan Daybreak Game

Gamequarters.net – Belum lama ini diberitakan bahwa untuk para peretas atau Hacker dibalik serangan DDoS terhadap perusahaan Daybreak Game sebelumnya. Yang saat itu masih bernama Sony Online Entertainment (SOE) di tahun 2013 lalu, berhasil ditangkap.

Seorang pemuda bernama Austin Thompson berusia 23 tahun berasal dari Utah terpaksa harus mendekam dibalik jeruji besi selama 27 bulan atas perbuatan yang dilakukannya. Hal itu diungkapkan secara langsung oleh Kejaksaan Distrik Selatan California, Amerika Serikat.

Baca juga: NimbleBit Akan Rilis Game LEGO Tower Di Android dan IOS

Pemuda itu mengakui kesalahnya yang telah dirinya perbuat pada bulan November lalu terkait serang terakhir 2013 yang dilakukan oleh kelompoknya, “DerpTrolling,”  yang juga menimpa beberapa games diduga di balik beberapa serangan penolakan layanan terhadap layanan online untuk beberapa game anyaran seperti Battle.net, League of Legends , dan Dota 2.

Pada serangan pertama Thompson dijalankan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai Lizard Squad yang menargetkan SOE selama enam bulan dan juga sempat memberikan ancaman bom yang mengharuskan penerbangan yang membawa presiden harus dibatalkan. Thompson tidak terlibat atas serangan tersebut.

Di awal bulan Januari 2014, orang yang menggunakan akun dari Twitter, DerpTrolling mengatakan bahwa agen federal mendatangi kediam mereka, walau mereka dapat lolos dari kejaran melalui kamar mandi. Dalam berkas permohonan pembelaan Thompson mencantumkan bahwa dirinya yang bertanggung jawab atas akun tersebut.

“Ia biasanya melakukan aktivitas dengan akun tersebut, untuk menyampaikan berita terkait serangan yang sudah dekat dan kemudian mengunggah foto yang menampilkan server dari korban telah mengalami kelumpuhan atas serangan itu,” ungkap pengacara pembela dari sebuah pernyataan.

Thompson akan mulai untuk menjalani masa hukumannya sejak tanggal 23 Agustus dan dirinya diwajibkan untuk membayar denda sekitar $ 95.000 sebagai nilai ganti rugi terhadap perusahaan Daybreak Game.

Sementara itu, jaksa penuntut di Amerika Serikat dan Finlandia juga memberikan sanksi bagi kedua anggota Lizard Squad lainnya yang dianggap telah berpartispasi dalam serangan yang mengincar target yang sama di tahun 2014.

Dua pemuda itu adalah Zachary Buchta, yang saat itu berusia 20 tahun, dari Maryland, menerima tiga bulan penjara federal dan diperintahkan untuk membayar $ 350.000 sebagai ganti rugi setelah permohonan bersalahnya pada akhir 2017. Dan Julius Kivimaki dihukum di Finlandia pada Juli 2015 , menerima hukuman penjara dua tahun yang ditangguhkan untuk tindakannya.