Izin Usaha Penggembang Devotion Dicabut Pemerintah Cina

Devotion terpaksa harus menarik penjualan mereka setelah kemarahan dari pemerintahan Cina yang kesal dengan penampilan Presiden Cina sebagai Winnie the Pooh di dalam game.

Gamequarters.net – Game Horror pertama yang dikembangkan developer asal Taiwan, Devotion terpaksa harus menarik peredarannya pada bulan Februari lalu. Hal itu disebabkan karena terdapat konten yang dianggap menghina presiden Cina, Xi Jinping.

Dengan melonjaknya aksi review dari para pendukung pemerintahan Cina yang mengakibatkan permohonan maaf dan penjelasan secara langsung dari Red Candle Games sebagai penggembang.

Baca juga: 12 Tim Dapat Undangan Turnamen Dota 2 The International 2019

Red Candle Games, Diketahui mengontrak Winking Entertainment yang berasal dari Taiwan untuk menjadi penggembang yang berada di luar wilayah Cina. Namun, Winking mengakhiri kerjasamanya dengan Red Candle setelah meningkatnya kontroversi terkait Devotion.

Garnet sendiri juga mengungkapkan, meskipun Cina tidak bisa memantau pergerakan dari perusahaan yang berlokasi di Taiwan seperti Winking, tapi para penggembang yang berada di sana mendapatkan sejumlah besar dana dari Cina.

Tentunya akan memberikan tekanan untuk menghiraukan desakan dari pemerintahan Cina. Bagi Indievent sendiri, para penggembang di Cina tidak mungkin untuk menghiraukan desakan tersebut.

Dengan desakan yang sama memungkinkan, alasan utama bagi Red Candle Games, sebuah studop yang berasal berpusat di Taiwan, menarik Devotion setelah dikecam Cina yang membuat mereka tidak bisa untuk dijual kembali.

Sementara itu untuk perjanjian kontrak antara penggembang dan penjual yang kami belum mengerti. Dengan hilangnya Indievent dan Winking out, tentunya membuat harapan Devotion untuk kembali dipasarkan akan dibatalkan atau juga bisa ditunda.

Seperti yang dilansir oleh Vice, yang mengungkapkan bahwa seorang perwakilan dari Red Candle Games mengatakan bahwa mereka tengah berusaha sebaik mungkin untuk dapat mengembalikan game tersebut ke Steam.” Red Candle juga memberi tahu Vice bahwa rencananya adalah menjaga konten game tetap sama. Saya berasumsi itu berarti konsep yang lebih luas dan tidak termasuk gambar Xi Jinping sebagai Winnie the Pooh.

Hingga saat ini Red Candle Games masih belum memberikan tanggapan lanjut setelah posting terakhirnya 25 Februari silam. Tidak diketahui dengan jelas, kapan Devotion akan dipasarkan kembali. Dengan pengumuman baru-baru ini terkait cuplikan Devotion resmi, game pertama Red Candle, menyatakan bahwa mereka masih aktif, jika tidak ada kemajuan, tetapi izin maupun penjualan property belum tentu menjamin apa pun.