Salah Satu Pengguna Habiskan 36 Juta Rupiah Dalam Sehari Demi Bermain Candy Crush

Gamequarters.net – Jika kalian merasa bahwa game gatcha demi mendapatkan skin dapat merogok kocek yang cukup dalam. Mungkin kamu tak menyangkan jika ada salah satu pengguna yang lebih banyak lagi untuk menghabiskan uangnya demi bermain game casual seperti Candy Crush.

Tentunya saja berita itu benar dan terjadi seperti yang diungkapkan oleh Videogamechronicle, King, selaku developer dan publisher dari Candy Crush yang mengatakan bahwa ada satu pemainnya yang menghabiskan uang sebesar $2.600 untuk bermain game bertajuk permena tersebut dalam sehari di tahun 2018 silam.

Apabila dihitung ke dalam bentuk rupiah, maka angka tersebut mencapai 36 juta rupiah. Kenyataan itu terkuak usai Departement for Digital, Culture, Media and Sports (DCMS) yang tengah dalam pemeriksaan mendalam soal kecanduan teknologi.

Perusahaan King sendiri telah diakusisi oleh Activision Blizzard sejak tahun 2016. Melalui game Candy Crush kini telah memiliki pemain aktif 270 juta. Kurang lebih ada sekitarm 9,8 juta yang bermain atau sekedar membuka aplikasi Candy Crush bermain dalam waktu tiga jam atau lebih per harinya dan 432 ribu pemain bermain 6 jam atau lebih perhari. Jadi jika di rata-rata setiap pemain bermain 32 menit per jam.

Alex Dale selaku VP di studi King mengatakan bahwa orang yang menghabiskan uang yang fantastis sekitar $2.600 USD dalam satu hari tersebut dihabiskan untuk membeli 25 bundle dengan harga per buahnya $106 USD dalam satu kali transaksi sehari. 25 bundle tersebut ia gunakkan selama 7 bulan jadi dirata-rata satu bulan menghabiskan sekitar $370 USD.

Dale juga menambahkan hal tersebut cukup wajar mengingat pemain tersebut menghabiskan uangnya untuk bundle yang dibelinya dalam kurun waktu 7 bulan, jadi si pemain juga mendapatkan masih mendapatkan benefit yang menurutnya setimpal.

Fantastis bukan ? puluhan juta rupiah demi bermain Candy Crush. Itu memang hak dan keputusan masing-masing, selama mereka suka dan rela menghabiskan uang tersebut, namun disisi lain ada yang pihak pemerintahan seperti DCMS menyarankan bahwa baik developer maupun publisher ikut turun tangan menyikapi kejadian tersebut. Hal tersebut diharapkan agar membuat pemain lebih bijak lagi dalam mengambil keputusan untuk menghabiskan uangnya dengan jumlah yang fantastis.